Adrenalin Junkies

Mengapa orang menyukai thriller?

Tulisan ini bukan hasil penelitian, cuma sebuah renungan dari pengalaman pribadi.

Menurutku, ada kemungkinan orang menyukai thriller karena terpapar cerita-cerita seru–entah dari cerpen, novel, film, ataupun dongeng dan bualan–di masa kecil. Kebanyakan orang yang kutahu menyukai thriller punya sejarah seperti itu.

Orang membaca cerita fiksi populer pada umumnya untuk mendapatkan hiburan. Hiburan itu salah satu kebutuhan sekunder menurutku. Kalau kau tidak mendapatkan hiburan darimana pun, kau mungkin akan bersenandung, bergumam, atau mengetuk-ngetukan jemari. Membaca fiksi, membuat orang terhibur karena untuk sementara bisa keluar dari situasi dan kehidupan sehari-hari, Ia pun bisa berkelana ke tempat-lain tanpa berpindah tempat. Orang juga bisa merasakan berbagai situasi dan kondisi tokoh-tokoh dalam cerita. Hal-hal tersebut sebenarnya dengan gampang dilakukan dan dirasakan anak kecil.

Kalau kuperhatikan anakku yang masih berusia lima tahun, ia dengan gampang pergi ke luar angkasa, merasakan mengendalikan pesawat dan robot, ataupun bertarung dengan monster-monster. Modalnya cuma mainan dari plastik, kain-kain yang diikat, ataupun topeng. Kemampuan luar biasa itu dengan cepat menghilang ketika beranjak remaja. Namun, dengan membaca fiksi, orang bisa memelihara kemampuan berimajinasi itu.

Aku membayangkan, role playing dan membaca fiksi itu sama dengan menjalankan program simulasi di pikiran. Di kehidupan nyata, sangat susah dan berisiko kalau kau tiba-tiba memutuskan untuk menjadi detektif dan mengejar perampok dan pembunuh. Nah, membaca fiksi membuatmu bisa menjalankan simulasi tentang bagaimana rasanya menjadi seorang detektif.  Itu fiksi pada umumnya, namun kembali ke pertanyaan awal, mengapa thriller, bukan genre yang lain?

Kesamaan semua sub-genre thriller adalah emosi yang ingin dibangkitkan, yaitu: ketegangan, rasa takut, dan keinginan untuk menyelesaikan masalah dengan risiko besar. Jika kau ingin bermain-main dengan situasi berbahaya tanpa membahayakan dirimu, thriller menawarkan hal itu.

Membaca novel thriller adalah cara teraman untuk merasakan situasi ekstrim dan berbahaya.

Aku yakin masih banyak alasan lain mengapa orang menyukai thriller. Jika Bung dan Nona tahu alasan lain, silakan tulis di bagian komentar.

Salam.

5 thoughts on “Alasan Menyukai Thriller

  1. Sebagian besar alasan saya suka thriller juga sama kayak yang di atas. Alasan lain lebih ke saya yang sering mempsikopatkan diri. Suka sama bagaimana tokoh dibuat ketakutan oleh cerita yg kebanyakan pernah terjadi di dunia nyata. suka Thriller karena nggak seperti horor yg menceritakan hantu.

    Salam kenal, Pak 🙂

    1. Waduh, suka mempsikopatkan diri, ngeri juga euy. 😀
      Ya, thriller mamang bisa buat kita takut dan deg-degan tanpa membayangkan hantu.
      Terima kasih sudah mampir.
      Salam kenal juga Pramestya.

  2. Saya juga pecinta thriller, bil khusus horor dan psikologi. Membaca yang begitu seperti merasakan kehidupan kedua yang menantang (meski hanya dalam pikiran).
    Selain itu, thriller juga termasuk cerita rumit (detektif, kriminal, militer, dll) dan saya suka kerumitan. Dari sana saya bisa menemukan kelogisan. Itu bagian paling menarik. Meski saya cenderung lemot.
    Dan juga, thriller itu seperti “cowok”. Ganteng, jago kelahi, cerdas, gombal berkelas dan romantis.

    Salam kenal Pak. Saya suka banget sama novel Spammer. Seperti angin baru di per-tema-novel-an Indonesia.

      1. Wahh… mana ya? Adegan berantemnya keren. Itu detil banget. Tapi karena lemot, saya kurang bisa membayangkan he he. Saya juga suka chat-chat nya Vergis sama Dukun atau pas sama Leak. Secara umum, saya suka tema dunia internet nya, jadi tau beberapa hal baru gitu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *